Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2012

memberi icon pada flashdisk

sekedar catatan pribadi, munkin tidak ada salahnya saya posting disini,.barang kali ada yang membutuhkan.
em kali ini saya pengen nulis di blog yang sangat sederhana ini, bagaimana cara memberikan icon pada flashdisk, maksudnya ketika flashdisk kita colokan ke komputer maka tampilannya tidak seperti defaulnya, melainkan sesuai dengan icon yang kita buat.
ini ada contohnya, boleh dilihat



bagaiman,..? kalo menurut saya itu keren sekali,. ya maklumlah saya orang awam tur ndeso lagi.
bagi yang pengen mencoba caranya seperti ini.

- siapkan file untuk iconya
- buat ukuranya menjadi 48 x 48 pixel
- simpan dengan nama " icut titang.ICO "
- selanjutnya buat file autorun.nya
- buka notepat dan ketikan seperti ini

[Autorun]
icon=icut titang.ico

- kemudian simpan dengan nama Autorun.inf
- jangan lupa nama icon harus sama dengan yang di tulis di file autorun.inf
- yaitu "icut titang" atau bisa di ubah dengan selera masing masing.
- selanjutnya sinpan kedua file " icut titang.ico dan autorun.inf " ke flashdisk.
- selesai sudah tugas kita


Selasa, 29 November 2011

4 Spesies Hewan Purba Yang Masih Hidup di Indonesia

1.Buaya
Seperti telah kita ketahui bersama baha buaya merupakan salah satu hewan purba yang tersisa si bumi ini. Buaya merupakan hewan Karnivora yang dapat hidup di air dan daratan. Indonesia memiliki 7 spesies buaya dari total seluruh spesies buaya yang ada di Dunia.
Spesies buaya yang terdapat di Indonesia antara lain :

# Buaya muara (Crocodylus porosus) :
Buaya muara merupakan spesies buaya yang terbesar, terpanjang dan terganas di antara jenis-jenis buaya lainnya di dunia. Buaya muara juga memiliki habitat persebaran yang sangat luas, bahkan terluas dibandingkan spesies buaya lainnya. Buaya muara dapat ditemukan mulai dari Teluk Benggala (India, Sri Langka, dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji. Indonesia menjadi habitat terfavorit bagi buaya muara selain Australia.

#Buaya irian (Crocodylus novaeguineae)
Buaya irian hanya terdapat di pulau Irian (Indonesia dan Papua Nugini). Bentuk tubuh buaya yang hidup di air tawar ini menyerupai buaya muara hanya berukuran lebih kecil dan berwarna lebih hitam.

#Buaya mindoro (Crocodylus mindorensis)
Buaya mindoro semula termasuk anak jenis (subspesies) dari buaya irian (Crocodylus novaeguineae) tapi kini buaya ini di anggap sebagai jenis tersendiri. Buaya mindoro di Indonesia dapat ditemukan di Sulawesi bagian timur dan tenggara.

#Buaya kalimantan (Crocodylus raninus)
Buaya kalimantan mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan buaya muara. Lantaran itu buaya yang hanya dapat ditemui di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan ini statusnya masih menjadi perdebatan para ahli.

#Buaya siam atau buaya air tawar (Crocodylus siamensis)
Buaya Siam diperkirakan berasal dari Siam. Buaya siam selain di Indonesia dapat dijumpai pula di Thailand, Vietnam, Malaysia, Laos, dan Kamboja. Di Indonesia, buaya siam hanya terdapat di Jawa dan Kalimantan.

#Buaya sahul (Crocodylus novaeguineae)
Buaya sahul sebenarnya sama atau masih dianggap satu jenis dengan buaya irian. Namun oleh beberapa ahli taksonomi buaya sahul yang hanya tersebar di Papua bagian selatan ini diusulkan untuk menjadi spesies tersendiri.

#Buaya senyulong (Tomistoma schlegelii)
Buaya senyulong tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Yang membedakan buaya senyulong dengan jenis buaya lainnya adalah moncongnya yang relatif sempit.

2.Komodo
Komodo, atau yang biasa disebut gengan biawak komodo (Varanus komodoensis), merupakan kadal terbesar di dunia dengan panjang tubuh mencapai 2-3 meter dan berat mencapai 70-140 kg. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Komodo merupakan dinasaurus purba yang hanya hidup (endemik) di Indonesia saja, tepatnya di Taman Nasional Pulau Komodo. Walaupun begitu komodo juga dapat ditemukan di dua pulau lain disekitar pulau komodo yakni, pulau Rinca dan Pulau Padar.
Rahasia Kadal Komodo hingga dapat bertahan selama 40 juta tahun ialah karena ia memiliki sistem pertahanan hidup alami yang terdapat pada kuku serta air liurnya. Air liur komodo s angat mematikan karena mengandung 66 jenis bakteri mematikan. Rhasia lain mengapa komodo dapat bertahan selama ini ualah karean cara bereproduksi komodo sangat istemewa. Komodo dapat bertelur tanpa adanya pejantan (partenogenesis).

3.Coelacanth (Raja Ikan Laut Purba)
Ikan raja laut atau Coelacanth merupakan ikan purba yang banyak hidup pada 360 juta tahun yang lalu. Ikan raja laut yang dikenal sebagai Coelacanth kini hanya tersisa dua spesies yaitu Latimeria menadoensis (Indonesia Coelacanth) dan Latimeria chalumnae (Comoro Coelacanth). Sedangkan berbagai jenis lainnya, sekitar 120 spesies, dinyatakan telah punah dan hanya ditemukan fosilnya saja.

Coelacanth adalah jenis ikan berparu-paru yang dipercaya sebagian ahli sebagai nenek moyang tetrapoda, yaitu nenek moyang binatang yang hidup di darat termasuk manusia. Ikan raja laut atau Coelacanth mempunyai habitat di lautan dalam, 700 meter di bawah permukaan laut. Meski terkadang ikan purba ini bisa berada dikedalaman laut 200 meter.

Pada tahun 1998, seekor ikan raja laut tertangkap jaring nelayan di perairan Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara. Ikan jenis ini sebenarnya sudah umum dikenal oleh nelayan setempat namun belum terdiskripsikan hingga seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Erdmann dan beberapa temannya termasuk ilmuan LIPI mempublikasikannya dan belakangan ikan raja laut ini disebut sebagai spesies baru, Latimeria menadoensis ( Coelacanth Sulawesi).

Antara ikan raja laut spesies Latimeria chalumnae (Coelacanth Komoro) dan Latimeria menadoensis (Coelacanth Sulawesi) mempunyai ciri-ciri yang serupa. Ekor ikan purba ini berbentuk seperti kipas dengan mata yang besar dan sisik yang terlihat tidak sempurna (seperti batu). Panjangnya mencapai 2 meter dengan berat mencapai 80-100 kg. Perbedaannya terdapat pada warna kulit Latimeria menadoensis yang berwarna coklat sedangkan Latimeria chalumnae berwarna biru baja.

4. Arwana
Menurut kelompok kuno Osteoglossids, ikan ini sudah ada pada periode Jurassic. Saat ini, mereka bisa ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia
Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis, arowana adalah predator rakus yang memakan binatang kecil yang dapat mereka tangkap, termasuk burung dan kelelawar yang mereka tangkap dalam penerbangan pertengahan (mereka bisa melompat hingga 2 meter (6 �6 �) ke udara) .
Di Cina, arowana terkenal sebagai �Ikan Naga� karena penampilan mereka, dan mereka dianggap Pembawa keberuntungan/Nasib Baik.

Sejarah Candi Borobudur



by ketabang cheater
Siapa yang tidak mengenal Candi Borobudur? Candi ini adalah candi terbesar umat Budha di Indonesia yang terletak di Desa Borobudur, Kabupaten Mungkid Jawa Tengah. Candi Borobudur saat ini termasuk situs yang dilindungi oleh UNESCO.

Sejarah Candi Borobudur


Menurut Prasasti Karang Tengah, Sejarah Candi Borobudur diperkirakan dimulai  pada 824 Masehi. Pendirinya adalah Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno dari Wangsa Syailendra.


Pembangunan Candi Borobudur diselesaikan pada 847 Masehi oleh putrinya yang bernama Dyah Ayu Pramodhawardhani.


Prasasti Klurak menyebutkan bahwa pembangunan candi ini dibantu oleh guru dari Bengalore bernama Ghandadwipa dan pangeran Kashmir bernama Visvawarma. Dalam prasasti Sri Kahulunan (842 M), disebutkan bahwa Candi Borobudur dibangun untuk agama Budha Mahayana.


Candi Borobudur tercatat dalam sejarah pada 1814 saat Thomas Stanford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris, berkunjung ke Semarang. Ia mengutus Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk mencari tahu kebenaran adanya candi ini.


Cornelius dibantu penduduk lokal menyingkirkan semak belukar dan lumpur yang menutupi bangunan candi. Setelah mengetahui kebenarannya, Raffles memulai pemugaran Candi Borobudur.


Seluruh bagian candi berhasil digali pada 1835. Penelitian lalu dilajutkan oleh Hartman, seorang Residen Kedu. Bangunan dan relief didokumentasikan dalam gambar oleh Wilsen yang memakan waktu empat tahun sejak 1849. Van Kinsbergen kemudian melakukan pendokumentasian foto pada 1873.


Nama Borobudur


Ada beberapa versi  mengenai nama candi ini. Prof. Dr. Poerbotjoroko berpendapat Borobudur berasal dari kata bhoro yang artinya 'biara' dan budur yang berarti 'di atas'.


Pendapat ini diperkuat oleh Prof. Dr. W.F. Stutterheim yang menyatakan bahwa arti Borobudur adalah 'biara di atas bukit'.


Versi lainnya dikemukakan oleh Prof. J. G. De Casparis yang berpendapat bahwa Borobudur berasal dari kata bhumisambharabudhara yang artinya 'tempat pemujaan bagi arwah nenek moyang'.


Pembangunan Candi


Batu yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur berasal dari sungai di sekitarnya. Batu-batu tersebut dipotong lalu disambung-sambung menurut rancangan yang telah ditentukan.


Batu sebanyak 55.000 meter kubik digunakan untuk membangun candi ini. Ketinggian total bangunan candi adalah 42 meter dengan bagian dasar berukuran 118 meter pada tiap sisi.


Candi Borobudur memiliki 2670 relief. Relief diperkirakan dibuat setelah semua batu selesai disambung. Relief-relief tersebut terbaca sebagai kisah bila kita berjalan searah jarum jam, yaitu ke arah kiri pintu masuk candi sebelah timur. Salah satu kisah tersebut adalah Ramayana.


Candi Borobudur terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, Arupadhatu, dan Arupa.


Bagian dasar, yaitu Kamadhatu, menggambarkan manusia yang dikuasai oleh nafsu ketika belum menerima ajaran Budha. Empat tingkat di atasnya adalah Rupadhatu yang melambangkan manusia telah mampu membebaskan diri dari nafsu, namun masih terikat rupa dan bentuk. Tiga tingkat di atas Rupadhatu adalah Arupadhatu, menggambarkan manusia telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas adalah Arupa yang menggambarkan nirwana..


Kumpulan Rumah Adat Indonesia



1. Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NAD
Rumah Adat Tradisional : Rumoh aceh

by ketabang cheater


2. Provinsi Sumatera Utara / Sumut

Rumah Adat Tradisional : Rumah balai batak toba

by ketabang cheater


3. Provinsi Sumatera Barat / Sumbar

Rumah Adat Tradisional : Rumah gadang

by ketabang cheater


4. Provinsi Riau

Rumah Adat Tradisional : Rumah melayu selaso jatuh kembar

by ketabang cheater


5. Provinsi Jambi

Rumah Adat Tradisional : Rumah panggung

by ketabang cheater


6. Provinsi Sumatera Selatan / Sumsel

Rumah Adat Tradisional : Rumah limas

by ketabang cheater


7. Provinsi Lampung

Rumah Adat Tradisional : Nuwo sesat

by ketabang cheater


8. Provinsi Bengkulu

Rumah Adat Tradisional : Rumah bubungan lima

by ketabang cheater


9. Provinsi DKI Jakarta

Rumah Adat Tradisional : Rumah kebaya

by ketabang cheater


10. Provinsi Jawa Barat / Jabar

Rumah Adat Tradisional : Kesepuhan

by ketabang cheater


11. Provinsi Jawa Tengah / DI Yogyakarta / Jawa Timur

Rumah Adat Tradisional : Rumah joglo

by ketabang cheater


12. Provinsi Bali

Rumah Adat Tradisional : Gapura candi bentar

by ketabang cheater


13. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB

Rumah Adat Tradisional : Dalam loka samawa

by ketabang cheater


14. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTT

Rumah Adat Tradisional : Sao ata mosa lakitana

by ketabang cheater


15. Provinsi Kalimantan Barat / Kalbar

Rumah Adat Tradisional : Rumah panjang

by ketabang cheater


16. Provinsi Kalimantan Tengah / Kalteng

Rumah Adat Tradisional : Rumah betang

by ketabang cheater


17. Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel

Rumah Adat Tradisional : Rumah banjar

by ketabang cheater


18. Provinsi Kalimantan Timur / Kaltim

Rumah Adat Tradisional : Rumah lamin

by ketabang cheater


19. Provinsi Sulawesi Utara / Sulut

Rumah Adat Tradisional : Rumah bolaang mongondow

by ketabang cheater


20. Provinsi Sulawesi Tengah / Sulteng

Rumah Adat Tradisional : Souraja / Rumah besar

by ketabang cheater


21. Provinsi Sulawesi Tenggara / Sultra

Rumah Adat Tradisional : Laikas

by ketabang cheater


22. Provinsi Sulawesi Selatan / Sulsel

Rumah Adat Tradisional : Tongkonan

by ketabang cheater


23. Provinsi Maluku

Rumah Adat Tradisional : Baileo

by ketabang cheater


24. Provinsi Irian Jaya / Papua

Rumah Adat Tradisional : Rumah honai

by ketabang cheater
maaf kalau ada yang salah dalam artikel ini